Minggu, 30 September 2018

Artikel Masalah Sosial Tentang Kemiskinan

Kemiskinan memang adalah pekerjaan besar bagi pemerintah kita, tapi pekerjaan itu tidak pernah di prioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, berbagi cara telah di lakukan tapi malah tidak dapat mengurus permasalahan ini.
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.
Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004.
Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
4.1  Faktor Penyebab Kemiskinan
Ternyata kemiskinan itu tidak terjadi begitu saja melainkan memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa hal berikut ini :
A.   Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara                                                        
       global.
Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
1)      Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
2)      Politik ekonomi yang tidak sehat.
3)      Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:
4)      Rusaknya syarat-syarat perdagangan
5)      Beban hutang
6)       Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang
B.   Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Faktor ini sangat penting dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan dengan maksimal
C.   Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli dan banyaknya pengangguran.
D.  Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.


Kamis, 27 September 2018

TENTANG EPILEPSI

TENTANG EPILEPSI (PENYAKIT AYAN)
Menurut kamus Kedokteran Medilexicon's, epilepsi adalah: 'gangguan kronis yang ditandai dengan disfungsi otak sementara karena kelebihan aktifitas saraf, dan biasanya berkaitan dengan beberapa perubahan pada kesadaran...' Suatu penelitian di Swedia menemukan bahwa orang-orang muda yang melakukan latihan keras memiliki risiko lebih kecil untuk mengidap epilepsi di kemudian hari dalam hidupnya.

Kata 'epilepsi' berasal dari kata Yunani epi berarti 'di atas, pada, dekat di atas', dan kata Yunani leptos yang bermakna 'serangan'. Dari akar kata-kata itu, muncul istilah Perancis kuno  “epilepsie”, dan kata Latin “epilepsia” serta kata Yunani “epilepsia” dan “epilepsia” dan “epilepsies”

Penderita epilepsi cenderung mengalami serangan berulang. Serangan terjadi disebabkan adanya aktivitas gelombang listrik yang mendadak dalam otak karena  kelebihan beban listrik di dalam otak. Akibatnya terjadi gangguan sementara dalam sistem pengantaran pesan antara sel-sel otak. Selama serangan kejang otak pasien menjadi 'terhenti' atau 'kacau balau'.

Setiap fungsi dalam tubuh kita dipicu oleh sistem pengantaran pesan dalam otak kita. Apa yang dialami pasien epilepsi selama terjadinya kejang tergantung pada bagian dari otak mana yang memulai aktivitas epilepsi, dan seberapa luas dan cepatnya terjadi penyebaran dari daerah itu. Oleh karena itu ada beberapa jenis serangan kejang dan setiap pasien epilepsi akan mengalami serangan kejang yang memiliki keunikan masing-masing.

EPILEPSI DAN HARAPAN HIDUP

Kematian usia dini 11 kali lebihsering terjadi di antara orang-orang dengan epilepsi dibandingkan dengan populasi selebihnya. Hal ini dilaporkan oleh para  peneliti dari Universitas Oxford dan University College London dalam majalah The Lancet.
Para peneliti menambahkan bahwa risiko akan semakin besar jika seseorang dengan epilepsi juga memiliki penyakit mental.
Kasus bunuh diri, kecelakaan dan tindakan kekerasan menyumbang 15,8% kematian usia dini. Diantara 15,8% kematian ini, sebagian besar telah didiagnosis adanya gangguan mental.
Kepala peneliti, Seena Fazel menyatakan:

'Hasil penelitian kami memiliki implikasi yang bermakna bagi kesehatan masyarakat, karena sekitar 70 juta orang di seluruh dunia mengidap epilepsi, dan kami menekankan bahwa kehati-hatian dalam menilai dan memperlakukan gangguan kejiwaan sebagai bagian dari pemeriksaan standar bagi pasien dengan epilepsi dapat membantu mengurangi risiko kematian pada pasien ini. Penelitian kami juga menyoroti pentingnya kasus bunuh diri dan kecelakaan non-kendaraan untuk dicegah sebagai penyebab utama kematian pada penderita epilepsi.'

TIPE SERANGAN EPILEPSI

Ada tiga jenis diagnosis yang mungkin dibuat dokter ketika mengobati pasien dengan epilepsi:
  • Idiopatik - tidak ada penyebab yang jelas.
  • Kryptogenik - dokter memperkirakan kemungkinan besar adanya satu penyebab, tetapi tidak dapat memastikan apa penyebabnya yang tepat.
  • Simptomatik - dokter mengetahui apa penyebabnya.
Ada tiga deskripsi serangan kejang, yang tergantung di belahan (hemisphere) otak yang mana aktivitas epileptik dimulai:
  • Serangan kejang parsial (sebagian) - Aktivitas epileptik berlangsung hanya dalam sebagian dari otak pasien. Ada dua jenis serangan parsial:
     - Serangan parsial sederhana - Pasien sadar selama kejang. Dalam kebanyakan kasus pasien juga sadar akan lingkungan dirinya, meskipun serangan sedang berlangsung. 
    Serangan parsial kompleks - Kesadaran pasien mengalami gangguan.Pasien pada umumnya tidak ingat adanya serangan, dan walaupun ingat, ingatannya kabur.
  • Serangan kejang umum - Kedua belahan otak mengalami aktivitas epileptik. Kesadaran pasien hilang saat serangan kejang berlangsung.
  • Serangan kejang umum sekunder – aktivitas epileptik dimulai sebagai serangan parsial, tapi kemudian menyebar ke kedua belahan otak. Saat perkembangan ini terjadi, pasien kehilangan kesadarannya

APA SAJA GEJALA EPILEPSI?

Gejala utama epilepsi adalah kejang yang berulang. Ada beberapa gejala yang dapat menunjukkan seseorang mengidap epilepsi. Jika satu atau lebih dari gejala-gejala di bawah ini muncul maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama jika gejala-gejala tersebut kambuh:
  • Kejang-kejang tanpa demam
  • Kehilangan ingatan (blackout) yang berlangsung singkat, atau ingatan yang kacau balau.
  • Jatuh pingsan secara berulang, di mana terjadi kehilangan kontrol atas usus/anus atau kandung kemih. Gejala ini sering diikuti oleh kelelahan ekstrim.
  • Tidak responsif untuk jangka pendek terhadap perintah atau pertanyaan.
  • Tiba-tiba menjadi kaku tanpa sebab yang jelas
  • Tiba-tiba jatuh tanpa sebab yang jelas
  • Serangan mata berkedip yang tiba-tiba tanpa stimuli yang jelas
  • Serangan mengunyah yang mendadak tanpa alasan yang jelas
  • Tampak bingung dan hilangnya kemampuan berkomunikasi untuk waktu yang singkat
  • Berulang-ulang melakukan gerakan yang tampak tidak sesuai
  • Timbul ketakutan untuk alasan yang tidak jelas, bahkan pasien mungkin menjadi panik atau marah
  • Perubahan aneh dalam pengindraan, seperti penciuman, raba dan pendengaran
  • Lengan, kaki, atau tubuh mengalami sentakan, pada bayi gejala ini akan muncul sebagai rangkaian sentakan yang cepat
Kondisi berikut harus disingkirkan karena menunjukkan gejala yang sama dengan epilepsi, dan kadang-kadang di diagnosa salah sebagai epilepsi:
  • Demam tinggi dengan gejala seperti epilepsi
  • Pingsan
  • Narkolepsi (sering tertidur di siang hari dan sering terganggu tidurnya di malam hari)
  • Katapleksi (serangan kelemahan umum yang ekstrim untuk beberapa waktu yang seringkali dipicu oleh adanya kejutan, ketakutan dan kemarahan.
  • Gangguan tidur
  • Mimpi buruk
  • Serangan panik
  • Keadaan fugue (= gangguan kejiwaan yang jarang terjadi, ditandai dengan serangan amnesia tentang identitas pribadi yang bisa pulih kembali)
  • Kejang psikogenik (satu keadaan klinis yang tampak seperti kejang epilepsi, tapi sebetrulnya bukan. Rekam EEG normal saat serangan, dan perilaku sering dikaitkan dengan gangguan kejiwaan, seperti gangguan konversi)
  • Keadaan napas tertahan (ketika seorang anak merespon satu kemarahan, ia mungkin akan menangis sekuat-kuatnya sehingga terjadi sesak napas dan sianosis (kekurangan oksigen). Anak kemudian berhenti be nafas dan terjadi perubahan warna kulit disertai dengan kehilangan kesadaran)

Artikel ini diambil penuh dari Mimuk Bambang Irawan

BAHAYA HIPERKOLESTEROL

WASPADAI BAHAYA HIPERKOLESTEROL JIKA SAYANG PADA JANTUNG ANDA
Hiperkolesterolemia atau lebih popular dengan sebutanhiperkolesterol merupakan kondisi kesehatan di mana kadar kolesterol darah melebihi kadar normal. Hiperkolesterol merupakan kondisi yang “lambat tapi pasti” menuju penurunan kesehatan yang bisa berujung pada kematian.

Bahayanya terletak pada tidak adanya gejala yang dirasakan seorang penderita hiperkolesterol dan baru akan dirasakannya setelah timbul penyakit lain sebagai akibat dari kolesterol tinggi. Seringkali keadaan sudah terlambat untuk melakukan tindakan korektif.

Oleh karenanya ada baiknya mengenal kondisi seputar jantung dan pembuluh darah yang berkembang pada hiperkolesterol yang tidak ditangani sejak dini sebelum terjadinya kondisi yang fatal seperti serangan jantung akut yang mematikan

ATHEROSKLEROSIS

Atherosklerosis adalah penebalan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) pada dinding arteri. Penumpukan ini dikenal dengan istilah plaque. Adanya plaque ini lebih jauh menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat berkurangnya aliran darah.

Pada saat yang bersamaan terjadi perubahan pada sel-sel dan struktur jaringan di bawah plaque yang membuat pembuluh darah menjadi kurang elastis dan kaku. Plaque ini bisa tumbuh menjadi suatu massa yang fragil (disebut thrombus) yang pada setiap saat bisa melepaskan diri (disebut embolus) mengikuti aliran darah yang bisa tertahan di mana saja dan menyebabkan sumbatan pada aliran darah. Nah di sinilah terletak bahaya yang sesungguhnya.

Bila sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memasok darah ke jantung, maka akan terjadi penyakit jantung dan pembuluh darah. Bila sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak maka bisa terjadi stroke atau gangguan syaraf lainnya. Parahnya kondisi tergantung pada derajat sumbatannya yang bisa bersifat sebagian atau total. Untungnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun sampai terjadi kondisi semacam itu, sehingga masih ada cukup waktu untuk melakukan tindakan perbaikan untuk pengobatan hiperkolesterolemia.

MYOKARD INFARK

Ini merupakan keadaan di mana otot jantung (= myocardium) mengalami kerusakan yang parah karena kekurangan aliran darah. Ini disebabkan oleh menyempitnya pembuluh darah arteri koroner – pembuluh utama yang memasok darah untuk jantung – mengakibatkan berkurangnya pasokan darah untuk jantung. Bila penyempitan ini berlangsung untuk waktu yang lama, maka kerusakan akan menyebar dan menyebabkan jantung melemah.

Keadaan ini dirasakan oleh pasien sebagi rasa sakit yang menusuk di daerah dada. Ada 3 keadaan yang mencerminkan beratnya keadaan myokard infark yaitu: angina pectoris, serangan jantung akut dan gagal jantung dengan penjelasan sebagai berikut.

ANGINA PECTORIS

Rasa sakit menusuk terjadi dalam interval pendek. Biasanya dirasakan sehabis melakukan olah raga dan menghilang setelah istirahat sejenak. Terlalu banyak makan, hawa dingin, dan stres dapat memicu terjadinya angina pectoris. Dalam kondisi normal atau saat istirahat, aliran darah yang mengandung oksigen akan mencukupi. Namun begitu ada peningkatan aktivitas yang memerlukan tenaga atau oksigen lebih banyak, maka rasa sakit karena angina pectoris ini akan muncul.

SERANGAN JANTUNG AKUT

Rasa sakit yang khas pada serangan jantung akut adalah rasa sakit yang terus menerus di dada, yang direfleksikan ke lengan kiri atas, turun ke lengan kiri bawah dan dapat dirasakan pada ujung jari kelingking kiri. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit saja atau berjam-jam sebelum di berikan penghilang rasa sakit (analgesik). Pasien merasa tidak berdaya dan merasakan sakit yang amat sangat.

Jam-jam pertama dapat merupakan masa sangat kritis, karena berkurangnya aliran darah ke otot jantung menyebabkan terjadinya arrythmia (debar jantung yang tak beraturan) serta melemahnya daya pompa jantung. Jantung akan dapat bertahan selama 20 – 25 menit dalam keadaan rendah oksigen semacam itu, namun setelah itu kerusakan otot jantung menjadi permanen.

GAGAL JANTUNG

Ini adalah berhentinya jantung secara mendadak. Ini merupakan kondisi myokard infark yang paling parah di mana kerusakan otot jantung sudah terlalu parah dan menyerang wilayah yang lebih luas. Jantung sudah tak tertolong lagi. Kekurangan aliran darah atau oksigen yang parah menyebabkan terjadinya kejang-kejang pada atrium jantung (= atrial fibrillation). Pasien tiba-tiba merasakan sakit yang menusuk dan akan kehilangan kesadaran beberapa menit kemudian. Kematian akan terjadi dalam beberapa menit jika tidak segera dilakukan tindakan darurat.

Artikel ini diambil penuh dari Mimuk Bambang Irawan

INTERAKSI SOSIAL

 Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara masing-masing individu perorangan; antara kelompok-kelompok manusia; maupun antara individu perorangan dengan kelompok manusia. Melihat interaksi manusia dapat dilihat dalam dua tingkat (kacamata), yaitu tingkat hayati dan tingkat sosial atau budaya.
Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu : (1) Adanya kontak sosial (social-contack); (2) adanya komunikasi (communications). Dan menurut ahli-ahli sosial bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (co-operation), persaingan (competition), pertentangan atau pertikaian (conflict), dan dapat juga berbentuk akomodasi (acomodation).
Interaksi sosial menurut kacamata ahli ilmu alam, dasar proses interaksi manusia adalah kompetisi. Dan kompetisi itu pada hakekatnya berlangsung dengan proses kerjasama yang spontan dan tidak berencana, membentuk apa yang disebut koperasi yang kompetitif. Sebagai akibat timbulah apa yang disebut relasi yang simbiotik.
Interaksi pada makhluk hayati atau secara simbiotik terjadi secara netral, untuk keseimbangan ekosistem itu sendiri. Interaksi sosial pada manusia tidak terjadi secara netral, ada norma-norma moral manusia. Terutama dalam interaksinya dengan lingkungan cenderung antro-posentrik, yang membuka peluang manusia untuk bersifat eksploitatif terhadap lingkungannya. Tetapi dengan memadukan sikap imanen dan transenden sebagai dasar moral dan tanggung jawab dalam memanfaatkan alam sifat eksploitatif dapat lebih terkendali.
Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubungan-hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, facebook, twitter dan lainnya.
Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya.
Berdasarkan analisis diatas penulis menyimpulkan bahwa interaksi sosial dalam masyarakat multikultur dapat terjadi jika individu yang satu dengan yang lain saling bertoleransi dan dapat memfilteralisasi antar budaya agar tidak terjadinya disintegrasi karena menghargai dan memahami budaya orang lain suatu yang penting agar terjadinya interaksi sosial yang baik. Interaksi sosial yang ada pada zaman globalisasi ini dapat juga terjadi dalam halnya penggunaan IPTEK, seperti media sosial yang ada di internet atau gadget, misalnya facebook, twitter, google+, path, dan lain-lain. Media sosial juga merupakan sarana terjadinya interaksi sosial dapat kontak langsung dengan jarang yang jauh, ini merupakan kondisi yang terjadi pada saat ini yang sering kali digunakan oleh para penggemar sosial media. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sosial tidak harus terlibat langsung dengan orang lain karena dengan menggunakan teknologi yang sudah maju sekarang interaksi sosial dapat terjalin. Contohnya ingin mengadakan rapat, pertemuan, bisa saja dengan menggunakan email atau video call (skype), memudahkan kita dalam memperoleh informasi dan efisiensi waktu. Maka jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.


Artikel ini diambil penuh dari rachmatpancaputra9@blogspo​ot.co.id

Masalah - Masalah Sosial Yang Terjadi Dalam Masyarakat

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : keharusan makan, kependudukan, mempertahankan diri, dll.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dll.

1.Masalah sosial yang berasal dari faktor ekonomis yaitu

1.1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa menjamin hidupnya sendiri seperti orang lain pada umumnya.kemiskinan dapat diklasifikasikan dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana dan dalam masyrakat yang sudah tergolong komplek. Jadi ukuran keya atau miskin itu memang relatif tidak sama, tergantung pada siuasi dan kondisi masyarakat yang bersangkut. Yang jelas karena tidak adanya pemabgian kekayaan yang merata.

1.2. Pengangguran



Pengangguran adalah suatau keadaan dimana seseorang tidak mempunyai pekerjaan yang bia menjamin hidupnya sendiri.

2. Masalah sosial yang berasal dari faktor kebudayaan
Masalah sosial yang bersumber dai faktor kebudayaan biasanya yang paling menonjol bagi kehidupan manusia dalam masyarakat, yaitu jika manusia tidak mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kebudayaan(cultural lag). Menurut DALDJUNI (1985), bahwa masalah sosial dapat bertalian dengan masalah alami ataupun masalah pribadi, maka ditunjau secara menyeluruh masalah sosial ternyata memiliki empey sumber penyebab, yaitu :

Faktor alam (ekologis – geografis), ini menyangkut gejala menipisnya sumberdaya alam.
Fattor biologis (dalm arti kependudukan), ini menyangkut bertambahnya umat manusia dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional, ataupun local.
Faktor budayawi, ini menimbulkan berbagai kegoncangan mental dan bertalian dengan aneka penyakit kejiwaan.
 Faktor sosial, dalm arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan bagi masyarakat.
POKOK-POKOK MASALAH SOSIAL


3. Masalah sosial yang berasal dari faktor biologis
Masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis ini misalnya, masalah-masalah yang menyangkut kependudukan dan keharusan biologis lainnya.bebarapa faktor penyebab timbulnya masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis :

3.1. Faktor Keharusan Makan

Untuk kenyataan kehidupan sehari-hari bahwa keharusan untuk makan ternyata besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan timbulnya masalah sosial.

3.2. Faktor Kependudukan

Faktor kependudukan menyangkut bertambahnya jumlah manusia pada lapangan kehidupan tetap.

3.3. Faktor bagi manusia untuk mempertahankan diri

Manusai pada umumnya ternyata tidak dapat dipisahkan dari faktor ini, senbab bagaimanapun alasannya, yang pasti sifat hakiki manusia adalah pertama kali memntingkan dirinya sendiri sebagai makhluk individu. Akan tetapi dilain pihak individu tidak akan dapat mempertahankan dirinya sendiri, maka dari itu dia bergaul, bergabung atu mebabentuk kelompok sosial sebagaimana makhluk sosial lain.

4.  Masalah sosial yang berasal dari faktor psikologis
Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.

Contoh Masalah Sosial dan Cara Mengatasinya

1. Individu keluarga dan masyarakat
Biasanya masalah yang terjadi di individu keluarga dan masyarakat adalah kurangnya berinteraksi dengan orang sekitar kita bahkan dengan sebangsa sehingga banyak sekali yang tidak peduli dengan orang – orang sekitar kita atau dengan masyarakat luas, dan kita hanya bersosialisasi dengan orang – orang tertentu saja sehingga akan tercipta pandangan yang menyatakan bahwa kita tertutup untuk umum, oleh karena itu ada beberapa cara mengatasinya yaitu dengan cara kita berbicara dengan orang lain dan kalau kita malu berbicara dengan orang lain kita juga bisa menggunakan facebook, twitter, friendster, dan web sosial lainnya, dengan menggunakan itu kita bisa berkenalan dengan orang – orang yang belum kita kenal dan untuk yang sudah kita kenal mempermudah kita untuk berkomunikasih dengan mereka.

2. Pemuda dan sosiallisasi
Pemuda dan sosiallisasi biasanya masalah yang terjadi adalah kurangnya waktu untuk bertemu dan jaraknya jauh dan banyaknya biaya yang di gunakan untuk berkomunikasi dan adanya rasa malu berbicara. Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah sosial pemuda dan masyarakat adalah dari dalam diri sendiri, dan lingkungan.Cara mengatasi masalahnya adalah kita bisa juga menggunakan web yang berfungsi untuk bersosiallisasi misalnya Facebook, twitter, friendster dan yang lainnya, dengan itu kita bisa mengurangi rasa kurangnya percaya diri dalam bersosiallisasi dan mengurangi biaya yang keluar untuk bersosialisasi.

3. Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Biasanya masalah yang terjadi di masyarakat pedesaan dalam bersosialisasi adalah kurang sarana untuk bersosialisasi dan yang ada sarananya hanya sarana yang sederhanan kurang modern dan hanya menyangkup jarak – jarak tertentu atau hanya masyarakat yang satu desa dan kurangnya pendidikan yang mendidik masyarakat pedesaan untuk mengenal saranan komunikasi yang modern. Cara mengatasinya adalah kita harus mensosialisasikan sarana komunikasi yang modern dan pemerintah segera menyediakan sarana komunikasi modern ke pedesaan secara merata.

Masalah yang terjadi di masyarakat perkotaan adalah biasanya banyak dari mereka yang menyombongkan diri sehingga banyak yang tidak mau berkenalan atau bercengkrama dengan masyarakat pedesaan karena menganggap masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang kurang gaul atau kurang mengenal yang modern. Cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara mengubah cara berpikir kita tentang masyarakat pedesaan dan kita harus mau mengajarkan mereka atau mengenalkan mereka dengan sarana komunikasi yang modern, sehingga akan tercipta rasa bekerjasama dalam mengembangkan SDM atau sumber daya manusia, sehingga negara kita akan menjadi negara maju bukan hanya sedang berkembang.

jadi semua masalah yang terjadi di masyarakat dalam bersosialisasi yaitu adanya rasa kurang percaya diri, kesombongan, ketidakmauan, dan kurangnya pengetahuan tentang teknologi.

Artikel ini di ambil penuh dari